Pembunuhan Mutilasi Mahasiswi STIKES ICME Jombang, hii….Ada Suara Aneh di Kamar 3 Hotel Pantes

brt604591889Madiun (beritajatim.com) – Benar-benar sadis yang dilakukan pelaku terhadap AW (20), korban Mutilasi Magetan-Yogjakarta. Sebelum dihabisi, AW yang mahasiswi STIKES ICME Jombang itu, telebih dahulu diajak check in di Hotel Pantes Sarangan, Magetan.

Malamnya, sekitar pukul 19.45 AW berterik minta tolong bahkan sempat kirim SMS kepada temannya. Lantaran kalap, malam itu juga, pelaku mencekik leher AW hingga tewas. Takut ketahuan karyawan hotel, korban diseret ke kamar mandi hingga pagi hari.

“Keesokan harinya, pelaku membeli golok, tas cangklong dan kantong kresek warna merah tidak jauh dari hotel,” kata sumber di Mapolwil Madiun, Sabtu (18/7/2009).

Setelah itu, tubuh korban langsung dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Sekitar pukul 00.15 pelaku membuang potongan pangkal paha hingga atas pusar di bawah Jembatan Mojosemi. Sementara bagian dada hingga perut dibuang di jurang tak jauh dari Jembatan Mojosemi masuk Desa Singolagu, Kecamatan Plaosan. Terakhir, pelaku membuang potongan paha hingga kaki di kawasan Jambu masuk Dusun Ngroto, Kelurahan Sarangan atau 1 km dari TKP I dan II Mojosemi.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukono dikonfirmasi membenarakan jika anggotanya telah menangkap GL yang diduga pelaku mutilasi. “Tapi, kami belum berani mengumumkan ke publik. Hal itu akan disampaikan ke Kapolda dulu,” jelasnya.

Selain menangkap GL, pihaknya juga mengamankan SK. Hingga ini, SK dan GL masih diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut. (jun/eda)

Bau Amis, Sprei Kamar 3 Terdapat Bercak Darah

Magetan (beritajatim.com) – Hari Jum’at (10/7/2009) sekitar pukul 11.30 WIB lalu, tamu Hotel Pantes Sarangan, Magetan yakni Gilang Maulana (22)–mahasiswa Akper Unmuh Ponorogo check out dari kamar nomor 3.

Di sela-sela pamitan penjaga hotel, Gilang tampak kerepotan membawa tas rangsel warna hitam yang diduga membawa beban berat.

Sembari keluar kantor hotel, Gilang sedikit tergesa-gesa langsung menghampiri kendaraan sepeda motornya yang diparkir di halaman Hotel Pantes.

“Tapi saat itu, saya tak sedikit pun menaruh curiga terhadap Gilang Maulana membawa tas dengan beban berat,” ujar Midjan (67), penjaga Hotel Pantes saat ditemui beritajatim.com, Minggu (26/7/2009).

Dalam benaknya, kata dia, Gilang keluar kamar dan meninggalkan hotel kenapa seorang diri? Padahal, menurut Beny (teman seprofesinya yang jaga malam), Gilang saat itu masuk hotel, Kamis (9/7/2009) sekitar pukul 20.00 WIB bersama seorang perempuan.

“Tapi, Gilang kok keluar sendiri ya? Dalam hati saya, apa teman perempuan Gilang sudah keluar duluan,” jelasnya. Menurutnya, tidak lama tamunya meninggalkan hotel, dia langsung menuju lantai 2 untuk membersihkan kamar nomor 3 yang sebelumnya disewa bermalam Gilang, warga Desa/Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Saat memasuki kamar itu, ia mencium bau amis menyengat di hidung. Begitu juga saat hendak merapikan tempat tidur dikejutkan adanya bercak darah di bagian sprei warna putih motif kembang warna merah itu.

Darah yang sudah mengering itu mengenai sprei yang diduga digunakan tidur Gilang bersama teman perempuannya. Sprei itu sedikit acak-acakan pada bagian dipan yang berada sebelah kanan, atau berdekatan dengan tembok dinding kamar mandi.

“Saya pikir, bercak darah itu adalah darah teman perempuan Gilang yang sedang datang bulan atau biasa terjadi keluar dari keperawanan,” katanya.

Mendapati itu, lalu sprei kamar nomor 3 langsung dicuci dengan sprei kamar nomor 6, 7 dan 2 wisma. Karena malam itu, di samping kamar nomor 3 (kamar 4 dan 5) dalam keadaan kosong.

“Meskipun pukul 22.00 WIB ada keributan di kamar nomor 3, tidak mungkin ada yang dengar. Selain itu, kamar nomor 3 jauh dari kantor hotel,” papar Midjan.

Ia mengatakan, Hotel Pantes memilki 15 kamar yakni di lantai 2 sebanyak 8 kamar, lantai 1 ada 5 kamar dan wisma 2 kamar.

Masing-masing kamar dilengkapi kamar mandi, TV, meja, 2 kursi dan 2 tempat tidur. Untuk tarif kamar di lantai 2 sebesar Rp 125 ribu, dengan pemandangan menghadap ke selatan atau arah perkebunan.

Sedang di lantai 1 bertarif sebesar Rp 75 ribu atau Rp 100 ribu dengan pemandangan perkebunan sayur buncis. Sebanyak 13 kamar itu juga terdapat teras dan pandangan luas.

“Untuk tarif kamar wisma Rp 250 ribu, dan masing-masing wisma terdapat 2 kamar juga fasilitas TV, kamar mandi dan AC,” ungkapnya.

Dia menambahkan sejak adanya kasus mutilasi terhadap Ayu Wulandari, mahasiswi STIKES ICME Jombang dilakukan dikamar nomor 3, tarif Hotel Pantes diturunkan. “Tapi, sampai sekarang tetap saja sepi tamu, baik dalam maupun luar kota,” tegasnya. [air]

Hii…Ada Suara Aneh di Kamar 3 Hotel Pantes

Magetan (beritajatim.com) – Sejak tersiar kabar ada korban mutilasi di Hotel Pantes Sarangan Magetan, beberapa pedagang kaki lima mengaku mendegar suara rintihan perempuan dari balik kamar 3. Para petani yang memiliki kebun di samping dan belakang Hotel Pantes, juga pernah melihat kelebatan bayangan di teras kamar tersebut.

“Baru-baru kejadian, katanya beberapa pedagang di sini pernah mendengar suara aneh dari kamar 3,” ujar Midjan (67), penjaga Hotel Pantes saat ditemui beritajatim.com, Minggu (26/7/2009).

Tapi, kata dia, begitu ada pedagang yang berani mendekati di samping kamar, suara itu hilang. Untuk membuktikan keganjilan di kamar 3, ia setiap malam maupun dini hari selalu melintas di lantai 2.

Selama di lantai 2, ia mencoba menyalakan TV yang berada di kamar 4 yang bersebelahan dengan kamar 3. Kebetulan pintu belakang, bersebelahan dengan pintu nomor 3. Bahkan, bagian teras untuk santai kala melihat pemandangan baik siang maupun malam, menjadi satu dengan teras kamar nomor 3.

“Selama ini, saya maupun dik Beny (teman seprofesinya yang bertugas malam hari) tidak pernah mendegar suara ganjil dari kamar 3,” jelasnya.

Cerita para pedagang dan petani itu tak pelak membuat bulu kuduk merinding ketika berada di kamar 3. Suasana antara ruang tempat tidur, dengan kamar mandi terasa berbeda.

Di kamar mandi misalnya, rasa dinginnya sangat kuat bahkan terkesan bisa membayangkan kesadisan Gilang (22) saat memutilasi Ayu (20), warga Dusun Ngrayung, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Sedangkan di bagian kamar, terbayang saat Ayu dianiaya, dicekik serta dibenturkan hingga berulang-ulang kali di lantai dan dinding kamar. “Pantesan saat saya masuk–bersamaan Gilang keluar hotel, kamar ini beraroma amis dan terasa beda,” terangnya.

Disela-sela itu, Midjan lalu mengajak beritajatim.com memasuki kamar 3 yang pernah digunakan Gilang bersama Ayu bermalam. Saat Midjan membuka pintu kamar 3, dilihat sepintas memang suasana klenik sangat terasa. Begitu juga, bagian kamar mandi nampak gelap dan dingin.

“Bentar, lampunya saya nyalakan dulu. Silakan, duduk saja di dipan yang sebelah sana. Kalau dipan yang ini, dulu ditemukan sprei berdarah,” katanya.

Pantauan beritajatim.com memang kamar 3 yang bertarif Rp 125 ribu/malam, nampak indah. Di atas meja kursi tamu, terdapat sebuah TV 14 Inc. TV itu sengaja dipasang di dinding, agar para tamu mudah melihatnya meski dalam keadaan berbaring di tempat tidur.

Disala-sela menemani beritajatim.com, Midjan menyempatkan diri untuk membukakan pintu belakang yang menuju alam bebas yakni perkebunan luas.
Setelah dibuka, ternyata suasana angin alam pegunungan lawu sangat terasa. Pantas saja, bagi pasangan muda-mudi yang berada di kamar hotel menargetkan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Akibat itulah, membuat Gilang gelap mata, tega mencekik leher dan membenturkan kepala Ayu hingga berulang-ulang kali. Motifnya, permintaan Gilang untuk berhubungan badan ditolak. Karena saat itu, Ayu sedang datang bulan.

About these ads

Tentang Aurellia

Aku ingin jadi malaikat kecil yang hidup dalam keluarga kecil. Ingin membahagiakan Orang tua dengan segala kemampuan yang ku miliki. Anak sholeh Or sholehah,itu impianku. saat ku hadir dalam kerasnya dunia ini, aku akan selalu ada untuk kedua orang tuaku. terutama untuk Ibu ku (Dewi Uning Marhandhika).

Satu gagasan untuk “Pembunuhan Mutilasi Mahasiswi STIKES ICME Jombang, hii….Ada Suara Aneh di Kamar 3 Hotel Pantes

  1. SARMIN mengatakan:

    wah jadi ngeri aja klau aku mau pergi ke sarangan.takut untuk sewa hotel di sana.mudah2an tidak terjadi lagi peristiwa itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s